Nyontreng…

Hari ini sejarah kehidupan bernegara Indonesia kembali bergulir. Jutaan warga yang memilik hak pilih, berbondong-bondong melakukan pemilihan atas putra terbaik bangsa ini mejadi Presiden Indonesia untuk periode 2009-2014. Walaupun masih menyisakan persoalan disana sini khususnya DPT, tapi tidak menyurutkan nilai demokrasi kita. Demokrasi saat ini yang dibangun merupakan buah para  martir  revolusi dan reformasi dalam kurun waktu sebelum berdirinya bangsa ini sampai saat sekarang

Tentunya hasil yang akan keluar adalah seorang pemenang dan yang lain harus rela kalah dalam kompetisi. Diatas semua itu bukan masalah kalah atau menang, namun  jiwa besar setiap kandidat yang akan menentukan.  Untuk jadi pemenang pastilah lebih mengenakan dibandingkan kalah dalam kompetisi. Harapan kita yang menang tidak akan sombong dan yang kalah bisa dengan ikhlas menerima kekalahannya. Kekalahan bukan berarti berhenti mengabdi, namun bisa melakukan pengabdian tanpa harus duduk memerintah.

Belajar dari Jimmy Carter yang harus kalah dipemilihan untuk kali kedua dan Al Gore yang juga kalah pada pemilihan presiden, tidak membuat mereka menjadi terpuruk dan melakukan gerakan-gerakan yang menciderai nilai demokrasi. Namun mereka dengan jiwa besar  mendukung sepenuhnya kepemimpinan mantan rival mereka. Kita liat sendiri, luar biasa bukan!  Dampak yang mereka buat untuk kemanusiaan, penyelamatan lingkungan dan perdamaian dunia yang membawa mereka menjadi salah satu penerima nobel perdamaian. Seseorang tokoh lainnya adalah Hillary Clinton yang rela menjadi Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Obama demi kepentingan yang lebih besar ketimbang urusan pribadi yaitu demi bangsa dan negaranya.

Bagaimana dengan Indonesia, kita berharap era ini adalah era baru dan kita akan menemukan tokoh yang memiliki jiwa kenegarawanan yang luar biasa seperti tokoh-tokoh tadi. Hati yang tulus dan jiwa besar akan menentukan harga diri seorang pemimpin yang akan menjadi contoh bagi peningkatan harga diri bangsa ini. Bangsa-bangsa lain akan lihat bahwa pemimpin-pemimpin  kita tidak hanya mampu berkompetisi dengan ketat, keras dan panas, namun juga mampu bergandengan kembali dalam suasana yang indah.

Salute to Indonesia. God Bless Indonesia.

Satu Tanggapan ke “Nyontreng…”

  1. Singal Berkata:

    Semoga mereka berhati besar dan mulia…………

Tinggalkan Balasan