Masa Lalu Presiden 2 Negara Besar

Siapa yang tak kenal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Barrack Husein Obama; Semua orang pasti tahu dengan cepat bahwa mereka adalah Presiden Republik Indonesia dan Presiden Amerika Serikat. Ada banyak perbedaaan mereka, namun tidak sedikit pula persamaan mereka.  Selain sama-sama presiden tentunya, mereka sama-sama memiliki kecerdasan dan prestasi yang cemerlang semenjak masa muda. Dari postur tubuhpun mereka memilik tinggi badan yang hampir sama. Saat ini, dipundak merekalah  tanggung jawab kemajuan peradaban bangsa masing-masing kedepan dipertaruhkan. Hal lain yang menarik adalah bahwa mereka pernah menetap di negara koleganya masing -masing. SBY pernah menetap di Amerika dan Obama pun demikian pernah menetap selam 4 tahun di Indonesia. Tapi tahukah anda bahwa mereka memiliki sejarah hidup yang tak secemerlang kehidupan karir mereka?

Ada satu kesamaan masa lalu mereka; mereka adalah “produk” dari kegagalan rumah tangga orang tua. Ya, mereka memiliki 2 (dua) orang tua yang bercerai. Raden Soekotjo dan Siti Habibah kedua orang tua bercerai saat SBY duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Atas di Pacitan. Sang ayah kemudian menikah kembali dan menetap di Pacitan, sedangkan sang ibunda memilih tidak menikah lagi dan menetap di Blitar.  Obama pun memiliki cerita yang  hampir tidak jauh beda dengan SBY, Obama terpaksa juga harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya bercerai. Sang ayah Barrack H. Obama Sr. setelah bercerai  kembali ke negaranya Kenya dan  menikah kembali , sedangkan sang ibu menikah kembali dengan pria Indonesia Lolo Soetoro yang pada akhirnya berakhir dengan perceraian pula.

Ternyata demikianlah hidup, tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, bahkan seorang presidenpun memiliki kehidupan masa lalu yang tidak seindah dibayangkan orang. Namun cerita tidak berhenti disitu, sejarah mencatat kedua orang ini tidak membiarkan diri mereka terpuruk dan hancur. Justru mereka bangkit meniti kehidupan bahkan berprestasi sampai tingkat yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh mereka sebelumnya yaitu menjadi Presiden Negara besar dengan kompleksitas ras, suku dan kebudayaan yang berbeda-beda di dalamnya. Kedua orang besar ini  tidak lagi menyalahkan perceraian orang tuanya namun berdamai dengan masa lalu dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan orang tua.

Perceraian memang tidak mengenakan, namun bukan berarti akibat kegagalan rumah tangga orang tua menjadi pembenaran buat anak korban perceraian meratap dan terpuruk bahkan hancur dalam kehidupannya. SBY dan Obama adalah contoh bahwa dua orang korban perceraian , memiliki hak yang sama untuk meraih impian dan kesuksesan. Pelajaran kita petik adalah buat para orang tua, mari kita menjaga hubungan rumah tangga agar tetap sehat dan diberkati Tuhan supaya anak-anak kita memiliki rasa aman dan potensi yang ada dalam diri mereka bisa keluar dengan optimal. Buat anak-anak korban perceraian, marilah berdamai dengan masa lalu dan ampuni kedua orang tua kalian dan percayalah bahwa anak-anak korban perceraianpun bisa berhasil bahkan sukses melebihi dari yang pernah dipikirkan dan dimimpikan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan